Muslim Pop | Perkembangan teknologi yang pesat menjadi tantangan besar bagi pendidikan Islam dalam mencetak generasi emas. Burhanudin Shiddiq, Ketua Bidang DPW Bakomubin Provinsi Banten, mengungkapkan perlunya adaptasi kurikulum pendidikan Islam agar relevan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur.
Dalam dialog Mutiara Pagi RRI, Rabu (13/8/2025), ia menyoroti maraknya pengaruh negatif media sosial yang dapat memengaruhi perilaku remaja. “Anak-anak sekarang cepat sekali terpapar budaya luar. Pendidikan Islam harus hadir untuk membimbing mereka memilah informasi dan menjaga akhlak,” ujarnya.
Burhanudin menilai, penggunaan teknologi seharusnya menjadi peluang untuk memperluas akses pembelajaran agama. Misalnya, pemanfaatan platform digital untuk kajian Islam, kelas interaktif, dan media dakwah kreatif yang dapat menarik minat generasi muda.
Namun, ia mengingatkan teknologi hanya akan bermanfaat jika ada pendampingan dari orang tua. “Kalau teknologi digunakan tanpa pengawasan, justru bisa menjadi ancaman. Penguatan pendidikan karakter menjadi kunci utama,” ujarnya.
Guru dan tenaga pendidik juga diharapkan mampu menggunakan media online sebagai sarana dakwah dan pembelajaran yang interaktif. “Pendidikan tidak boleh anti teknologi, tapi harus mampu mengarahkan teknologi menjadi alat memperluas ilmu dan kebaikan,” ujarnya.
Menurutnya, generasi emas Indonesia hanya dapat terwujud jika pendidikan Islam mampu melahirkan insan yang melek teknologi, berdaya saing global, namun tetap berpegang pada nilai-nilai agama