Muslim Pop | Upaya membangun masyarakat sejahtera tidak hanya bergantung pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga harus berpijak pada nilai-nilai spiritual dan sosial yang kuat. Hal ini disampaikan oleh Ustadz Fitra Ramadhani, Lc., M.Ag., Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh Besar, dalam program Mozaik Indonesia di RRI, dikutip hari ini.
Menurutnya, konsep kesejahteraan dalam Islam memiliki cakupan yang luas, tidak terbatas pada pemenuhan materi. “Sejahtera menurut Islam mencakup terpenuhinya kebutuhan dasar manusia, mulai dari aspek ekonomi, keamanan, kesehatan, spiritual, hingga moral,” ungkap Ustaz Fitra.
Ia menjelaskan, Islam memandang kesejahteraan sebagai bentuk kemaslahatan yang dirumuskan dalam konsep maqashid syariah, yakni tujuan-tujuan utama diturunkannya syariat Islam, termasuk perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.
“Ekonomi Islam bukan hanya soal transaksi bebas riba, tetapi juga menanamkan nilai keadilan, keberkahan, dan tanggung jawab sosial. Harta yang kita miliki sejatinya juga mengandung hak orang lain,” jelasnya.
Aceh, sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam secara khusus, menurutnya memiliki potensi besar untuk menjadi model ekonomi berbasis nilai-nilai Islam. “Majelis taklim, pengajian, serta keberadaan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) merupakan kekuatan sosial yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Aceh,” katanya.
Ustadz Fitra juga menyoroti rendahnya literasi masyarakat terhadap ekonomi Islam sebagai salah satu tantangan utama. Karena itu, MES Aceh Besar aktif mendorong edukasi publik, terutama kepada pelaku UMKM, agar prinsip-prinsip syariah seperti kejujuran dan keadilan dapat diterapkan dalam praktik usaha.
“Peningkatan pemahaman terhadap ekonomi Islam harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk pelatihan sertifikasi halal dan pembinaan keuangan syariah bagi UMKM. Ini adalah bagian dari jihad ekonomi umat,” tegasnya.
Ia menambahkan, zakat, infak, sedekah, dan wakaf merupakan instrumen penting dalam menciptakan sistem jaminan sosial Islam. Jika dikelola dengan baik, maka ketimpangan ekonomi di masyarakat dapat ditekan secara signifikan.
Menutup pernyataannya, Ustadz Fitra mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menumbuhkan kesadaran bahwa Islam bukan hanya agama ritual, tetapi juga solusi komprehensif atas berbagai permasalahan hidup, termasuk bidang ekonomi. “Islam adalah jalan hidup yang paripurna. Di dalamnya terdapat petunjuk untuk dunia dan akhirat, termasuk bagaimana membangun ekonomi yang adil dan menyejahterakan,” pungkasnya.