30.1 C
Jakarta
30 Agustus 2025
BerandaBeritaLiterasi Ekonomi Syariah Kunci Wujudkan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Literasi Ekonomi Syariah Kunci Wujudkan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, Agustus 30, 2025

Muslim Pop | Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK Warsito menegaskan, penguatan literasi ekonomi dan keuangan syariah menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.

Hal itu disampaikan dalam Sarasehan Nasional Ekonomi Syariah yang digelar Bank Indonesia bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, kemarin.

“Data OJK menunjukkan literasi keuangan syariah pada tahun 2024 baru mencapai 39,11%, sedangkan inklusinya masih rendah pada 12,88%. Padahal ekonomi syariah sudah menyumbang hingga 48% dari total PDB nasional. Potensi ini sangat besar, tapi perlu didorong dengan literasi yang kuat,” ujar Warsito.

Ia menjelaskan, tingkat literasi masyarakat dipengaruhi oleh pendidikan, usia, pendapatan, religiusitas, dan akses informasi. Menurutnya, faktor-faktor tersebut berdampak langsung pada pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam mengakses dan memanfaatkan layanan ekonomi syariah.

“Kemenko PMK mengemban tugas sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian program lintas sektor untuk penguatan budaya literasi nasional, dengan salah satu fokus pada penguatan literasi ekonomi dan keuangan syariah melalui Panca Pusat Pendidikan: keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, tempat ibadah, dan ruang digital,” jelas Warsito.

Sebelumnya, Ketua MUI Anwar Iskandar menekankan pentingnya penguatan nilai dan kolaborasi dalam ekosistem ekonomi syariah. Menurutnya, kerja sama lintas pihak harus menjadi landasan untuk memperkuat peran ekonomi syariah di tingkat nasional maupun global.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam paparannya mengungkapkan strategi ekonomi dan fiskal 2026 yang difokuskan pada kedaulatan pangan, energi, pembiayaan prioritas jangka menengah, serta langkah jangka pendek untuk menjaga daya tahan ekonomi dan melindungi rakyat, termasuk UMKM.

Sarasehan ini juga menghadirkan Kepala Bappenas Rachmat Pambudy yang menekankan integrasi kebijakan ekonomi syariah dalam perencanaan pembangunan, Tokoh Ekonomi Syariah Nasional Ma’ruf Amin yang menyerukan perlunya undang-undang ekonomi syariah yang komprehensif, serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang memaparkan inisiatif strategis transformasi ekonomi dan keuangan syariah.

Diskusi sarasehan dibagi menjadi tiga topik utama, yaitu Pengembangan Ekosistem Halal Value Chain (HVC), Pengembangan Keuangan Syariah, serta Literasi dan Inklusi Ekonomi dan Keuangan Syariah. Seluruh sesi dimoderatori Sholahuddin Al Aiyub dari MUI/KNEKS, dengan pembicara dari berbagai kementerian, lembaga, industri, dan organisasi masyarakat.

spot_img